MEMPERINGATI HARGANAS PADA MASA PANDEMI – NEW NORMAL

(Medan. 16/6/2020)- Sejak Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) telah dinyatakan sebagai wabah pandemik dunia oleh World Health Organization (WHO) dan di Indonesia melalui Kepres Nomor 11 Tahun 2020 Tanggal 31 Maret 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) telah berhasil merubah tatanan kehidupan masyarakat secara menyeluruh. Mengikuti Protokol kesehatan, berdiam dirumah dan menghindari aktifitas ditengah keramaian menjadi senjata utama dalam memutus rantai penyebaran virus. Saat ini, hal utama yang perlu ditekankan adalah meski mall, sekolah, dan tempat-tempat publik lainnya akan kembali dibuka, virus corona masih tetap ada. Jadi, kita tetap tidak bisa melakukan semua kegiatan seperti sebelum pandemi terjadi. Jika melihat perkembangan penelitian yang sedang berlangsung di seluruh dunia, para ahli memprediksi vaksin corona baru akan ada paling cepat pertengahan tahun 2021. Konsep New Normal yang sedang digaungkan pemerintah idealnya baru dapat dilakukan saat kurva infeksi sudah melandai, dan menandakan jumlah kasus COVID-19 baru sudah berkurang setiap harinya. Di Indonesia, kurva ini sama sekali belum landai, bahkan masih terus menanjak dan bisa jadi belum mencapai puncak namun kondisi saat ini mengharuskan kita untuk dapat menyesuaikan diri dengan kondisi global dan bersiap untuk menjalani tatanan kehidupan baru.

Apa itu Harganas dan apa kaitannya dengan Pandemi-New Normal ? Sejak tahun 1993, setiap tanggal 29 Juni diperingati sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas). Hal ini dilaksanakan sesuai dengan amanat dari Keputusan Presiden Nomor 39 Tahun 2014 tentang Hari Keluarga Nasional. Peringatan Harganas XVII (27) pada tahun 2020 yang di angkat dengan tema “BKKBN Baru Dengan Gaya Baru Dan Semangat Baru Hadir didalam Keluargamu” ini harus tetap digencarkan oleh pemerintah untuk kembali mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keluarga dalam membangun suatu bangsa, keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk kepribadian anak bangsa dan kehidupan bernegara. Dengan menyadari pentingnya peranan keluarga, maka masyarakat dapat lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi kondisi new normal yang akan kita jalankan dalam waktu kedepan.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai lembaga pemerintah terus melaksanakan promosi pentingnya keluarga dengan perapan delapan fungsi keluarga yaitu Fungsi Agama, Cinta Kasih, Perlindungan, Ekonomi, Pendidikan, Reproduksi, Sosial Budaya, serta fungsi Lingkungan. Melalui 8 (delapan) fungsi keluarga tersebut diharapkan setiap keluarga mengetahui, memahami dan melaksanakan, mengingat setiap fungsi tersebut merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan terutama pada masa pandemi ini peran keluarga sungguh semakin dirasakan karena bukan hanya aktifitas yang lebih banyak dilaksanakanbersama dirumah dan tentu saja peran keluargalah yang lebih diharapkan untuk tetap saling mengingatkan mengikuti protokol kesehatan dalam menjalani kehidupan dan setiap keluarga dapat menjaga kesehatan fisik dan psikisnya sehingga dapat menjalankan aktifitas masing-masing dan tetap terhindar dari paparan virus.

Hari Keluarga diperingati untuk tetap mengingatkan kita agar selalu menyadari pentingnya peranan keluarga dalam menghadapi kehidupan baik saat ini maupun dihari depan. Menyongsong kehidupan new normal yang akan kita jalani kedepan kita dapat menjadikan peringatan HARGANAS XVII sebagai momentum yang tepat kepada sesama anggota keluarga untuk melakukan beberapa hal penting mendasar seperti Memberikan Edukasi apa itu New Normal & COVID-19 jika ada anggota keluarga yang masih belum tahu jelas mengenai wabah COVID-19 atau cara menjalankan new normal maka kamu bisa memberikan gambaran mengenai keadaan baru ini. Mengingatkan anggota keluarga untuk jujur dan terbuka terkait kondisi fisiknya jika ada anggota keluarga yang merasakan kondisi badan yang kurang sehat, maka segeralah beritahukan kepada yang lainnya agar bisa ditindaklanjuti dengan penanganan medis. Dengan komunikasi yang baik, maka new normal bisa dijalankan dengan aman. Mengutamakan Protokol Kesehatan Walau di Rumah walaupun di rumah, protokol kesehatan harus selalu dijaga. Jika ada anggota keluarga yang sudah mulai bekerja, maka saat kembali ke rumah harus dicek juga suhu tubuh. Kemudian gerakan mencuci tangan selama 20 detik juga tetap harus dilakukan, sehabis beraktivitas di luar rumah.

Untuk memperingati HARGANAS XVII dengan segala keterbatasan kondisi dan upaya saat ini, Pemerintah melalui BKKBN juga tetap melakukan tugasnya dalam memfasilitasi perencanaan keluarga (family planning) dan memberikan pelayanan kontrasepsi yang prima dan berkualitas kepada masyarakat dengan melaksanakan kegiatan “Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor” yang dilakukan serentak di seluruh Provinsi dan seluruh kabupaten/kota Se-indonesia pada tanggal 29 Juni 2020, pada pukul 08.00 waktu setempat s/d 15.00 WIB. Untuk Pelayanan KB Pasca Persalinan dapat dimulai pada pukul 00.00 waktu setempat dan berakhir pada pukul 13.00 WIB. Untuk Sumatera Utara, Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara menargetkan akan melakukan Pelayanan KB kepada 63.068 akseptor di seluruh kabupaten/kota untuk pelayanan Kontrasepsi IUD, Implan, Suntik, Pil dan Kondom dan juga memfasilitasi jenis Pelayanan KB Baru, Pelayanan KB Ulangan dan Pelayanan KB Ganti Cara. Perwakilan BKKBN Prov. Sumut juga mengajak masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan menghubungi fasilitas kesehatan terdekat atau menghubungi para tenaga Penyuluh KB di Kantor Balai Penyuluhan, Kantor Desa/Kelurahan/Kecamatan. Kegiatan ini akan dilaksanakan di di Puskesmas, Rumah Sakit dan Faskes lain pada tanggal 29 Juni 2020 dengan penerapan penuh protocol pencegahan COVID-19 sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terpapar COVID-19.

Humas BKKBN Sumut